PENYEBAB KETERPURUKAN BANGSA INDONESIA


Oleh : Dr. M. Sobry Sutikno
Penulis adalah Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Direktur Eksekutif YNTP for Research and Development


-[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4

Era reformasi di harapkan menghasilkan perubahan mendasar bagi kemajuan bangsa Indonesia yang saat ini nampaknya belum begitu banyak mengalami perubahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa persoalan krusial, diantaranya:

1. Belum ditempatkannya pendidikan sebagai faktor prioritas
Belum ditempatkannya pendidikan sebagai faktor prioritas dan ujung tombak perubahan nasib bangsa yang mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti rendahnya kualitas, belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan, dan tidak terbentuknya sikap keterpelajaran yang utuh.

2. Hukum/aturan perundang-undangan belum sepenuhnya ditegakkan
Karena hukum/aturan perundang-undangan belum sepenuhnya ditegakkan, Akibatnya KKN dan pelanggaran HAM masih belum bisa sepenuhnya diberantas. Jika sistem hukum ini dilaksanakan oleh orang-orang yang jujur dan adil, kita tidak akan mempunyai masalah lagi. Di mana di dalam "sistem hukum" dicatat bahwa orang kaya boleh dibebaskan, walaupun pencuri ayam harus dihukum. Seharusnya manusia patuh dan tunduk pada Undang-undang, tetapi yang terjadi sementara ini adalah Undang-undang yang mengikuti kehendak manusia.

3. Korupsi di Indonesia sudah begitu merajalela
Hampir tidak bisa di pungkiri lagi bahwa bangsa Indonesia salah satu negara yang paling korup di dunia. Banyak hasil survey yang telah membuktikan. Hal ini jelas mengherankan karena bangsa kita penganut setia agama. Semua agama mengajarkan moralitas tetapi faktanya masyarakat kita melakukan hal yang bertentangan dengan nilai-nilai moral agama. Nampak bahwa korupsi di Indonesia sangatlah meruncing di semua bidang, termasuk di sektor pendidikan. Koruspi di Indonesia memang sedang mendarah daging dan mengakar hampir di semua bidang pekerjaan. Mulai areal parkir sampai gedung wakil rakyat. Seperti sudah menjadi hal yang biasa. Ditinjau dari aspek ekonomi, korupsi selalu dilakukan dengan cara-cara tidak sah dalam mendapatkan sesuatu melalui pola dan modus yang memanfaatkan kedudukan. Mengingat korupsi merupakan moral yang kurang baik, sudah seharusnya diberantas. Meskipun korupsi di Indonesia memang sudah membudaya, menjadi kebiasaan yang sangat sulit di ubah namun bukan berarti tidak bisa diubah. Dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Kita harus yakin bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, termasuk korupsi, pasti bisa disembuhkan. Obat paling mujarab adalah, berikan hukuman seberat-beratnya pada pelaku korupsi. Jangan pandang bulu.

4. Krisis moral
Hampir setiap hari kita membaca dan mendengar saran-saran mengenai hal-hal moral bangsa Indonesia. Yang sangat sering dikatakan merusak moral anak bangsa kita adalah pornografi dan judi. Hal ini tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat yang ada di perkotaan, tetapi juga di masyarakat pedesaan.

5. Belum adanya pemimpin yang siap jadi pemimpin
Saat ini, Bangsa Indonesia mempunyai masalah kepemimpinan yang serius. Kita bisa lihat dalam masyarakat hampir tidak ada kepercayaan lagi terhadap segala macam pemimpin. Padahal tanpa pemimpin yang andal negara ini tidak akan pernah keluar dari kemelut. Kriteria pemimpin yang baik harus seorang yang kuat keimanannya dan mantap keagamaannya. Pemimpin yang ideal yaitu tidak hanya dikenal sebagai seorang negarawan saja, namun pemimpin umat, sehingga nantinya dapat mengayomi serta menjadi teladan bagi rakyatnya.

6. Timbulnya krisis kepercayaan di berbagai bidang serta krisis kebudayaan
Peristiwa di tanah air saat ini ditandai oleh adanya indikasi lunturnya nilai-nilai kebersamaan, penghargaan dan identitas diri untuk menerima perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Maraknya unjuk rasa saat ini antara lain disebabkan kurangnya kepercayaan dan suburnya rasa egoisme oleh satu pihak kepada pihak lainnya. Krisis kepercayaan juga timbul disebabkan oleh menurunnya sikap nasionalisme akibat pendalaman nilai-nilai agamis yang rendah dan mengakibatkan terbentuknya pola pikir?Ǭ† yang cenderung destruktif, sehingga menyebabkan masyarakat Indonesia saat ini cenderung menggunakan kekerasan sebagai jalan pemecahan masalah. Di samping itu, masyarakat Indonesia yang dicitrakan sebagai religius dan penuh sopan santun saat ini tengah mengalami krisis kebudayaan dengan munculnya budaya kekerasan. Akibatnya, terjadi saling bentrok antarkelompok dan etnis. Sikap yang tidak mau menerima perbedaan ini adalah krisis kebudayaan yakni fenomena ketika kebudayaan telah


Artikel Lain :