HUKUM MENABUR DAN MENUAI


Oleh : Dr. M. Sobry Sutikno
Penulis adalah Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Direktur Eksekutif YNTP for Research and Development


Apapun yang ditaburkan oleh seseorang, itu juga yang akan dituainya. Hukum ini mengatakan bahwa apa pun yang anda tanam, akan anda petik. Hukum ini juga mengatakan bahwa apa pun yang anda tuai hari ini adalah hasil dari apa yang anda tabur pada masa yang lampau. Dalam QS Al Zalzalah 99: 7-8, Allah berfirman, “Barangsiapa mengerjakan kebaikan walaupun seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan keburukan walaupun seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya pula.”

Hukum menabur dan menuai ini disebut juga hukum sebab akibat.  Menurut Brian Tracy dari hukum ini dapat diturunkan empat hukum lain yang merupakan dasar kesuksesan atau kegagalan, kebahagiaan atau ketidakbahagiaan, serta kekayaan atau kemiskinan.

Pertama, hukum keyakinan. Apa pun yang kita yakini dengan sepenuh hati akan menjadi kenyataan.

Kedua, hukum harapan. Apa pun yang kita harapkan dengan penuh percaya diri, menjadi harapan yang terpenuhi dengan sendirinya.

Ketiga, hukum ketertarikan. Kita adalah magnet hidup. Kita menarik orang-orang, situasi, dan keadaan yang sejalan dengan pikiran dominan kita ke dalam hidup kita.

Keempat, hukum kesesuaian. Dunia luar merupakan cermin dunia dalam kita. Ia sesuai dengan pola dominan pikiran kita.

Kita hidup di dunia yang diatur dengan aturan tertentu, bukan kebetulan. Segala sesuatu terjadi karena ada sebabnya. Untuk setiap akibat, ada sebab-sebab tertentu. Setiap sebab atau tindakan menimbulkan akibat tertentu, terlepas dari apakah kita menyadari atau tidak menyadari dan apakah kita menyukai atau tidak menyukai akibat yang terjadi.

Ini menunjukkan bahwa semua kesuksesan  yang akan anda peroleh tergantung dari usaha anda sendiri. Dalam hal ini, anda perlu memperhatikan empat hal, sebagai berikut:

           Bangun kepercayaan dan keyakinan diri;

           Keberhasilan membutuhkan proses dan kerja keras;

           Jangan lupa berdoa serta mensyukuri segala nikmat;

           Tak ada usaha yang sia-sia.

Sebuah kisah berkenaan dengan menabur dan menuai sebagaimana yang di kirim oleh Hengki Suryadi, yang dikutif dari situs http://groups.yahoo.com, berikut ini:

“Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok.

Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya. Ternyata rumah sipemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah... Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan.

Sejak kejadian ini mereka menjalin per-sahabatan. Sipemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Sipemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter ini? Namanya FLEMING, yang kemudian menemukan obat Penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi ? berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh.

Tahukah saudara siapa nama pemuda itu? Namanya WINSTON CHURCHIL - PM Inggris yang termasyhur.

Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan -- Ia menuai kebaikan pula -- cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil ?”

Semoga kisah tersebut bisa menginspirasikan kepada kita agar termemotivasi untuk selalu berbuat kebaikan-kebaikan demi terwujudnya sebuah ke-suksesan. Ingat !!! apa yang anda dapatkan saat ini, adalah hasil rancangan anda beberapa waktu yang lalu. Sukses yang tidak anda raih adalah akibat dari apa yang sudah anda lakukan. Sedangkan sukses yang anda raih, adalah akibat dari apa yang sudah anda lakukan pula.


Artikel Lain :